Arsip Blog

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia


Adi dunsanak sakampuang saranah minang nan kami hormati,

Banyak pemuda minangkabau kini nan skeptis untuak kembali managakan limbago adat nagari sebagai modal sosial masyarakat minangkabau pado nagari-nagari di ranah Minang. Mempelajari adat tidak bisa hanya memahami petatah petitih jo pituah sajo. Paralu pemahaman sejarah tentang keberadaan nagari dimaso lalu.

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia

Berikut kami lewakan link video dari Metro File nan mengisahkan perjalanan PDRI sebagai salah satu mata rantai perjuangan revolusi mempertahankan kedaulatan negara nan baru terbentuk. Paralu adi dunsanak ketahui, perjuangan PDRI nan ko disokong sapanuahnyo lahia jo bathin oleh masyarakat minangkabau nan ado di nagari-nagari melalui lembaga BPNK nan sejatinyo adolah barisan parik paga nagari nan menjadi laskar pendukung PDRI antar nagari di ranah minang.

Abdul Madjid - Mantan Polisi Militer Di Masa PDRI

Abdul Madjid – Mantan Polisi Militer Di Masa PDRI

Khatib Djamaan Ismail - ketua BPNK Nagari Bidar Alam

Khatib Djamaan Ismail – ketua BPNK Nagari Bidar Alam

Mansur Sami - Bupati Militer Sawahlunto Sijunjung Di Masa PDRI

Mansur Sami – Bupati Militer Sawahlunto Sijunjung Di Masa PDRI

Thamrin Manan - Tentara Pelajar Di Masa PDRI

Thamrin Manan – Tentara Pelajar Di Masa PDRI

Mestika Zed - Guru besar & Sejarawan UNP

Mestika Zed – Guru besar & Sejarawan UNP

Nopri Yasman - Sejarahwan Unand

Nopri Yasman – Sejarahwan Unand

Selamat mengikuti sehingga kita bisa memahami bahwa adat & budaya banagari di minangkabau adalah modal sosial yang mendasar masyarakat minang baik yang berada di kampung halaman maupun diperantauan, semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin.

— Dokumentasi Video —

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia 1

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia 2

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia 3 

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia 4

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia 5 

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia 6 

PDRI Mata Rantai Republik Indonesia 7 

Kolonel Dahlan Djambek (paling kiri), Burhanuddin Harahap, pemimpin Dewan Revolusi Ahmad Husein, Mr Sjafruddin Prawiranegara, dan Maludin Simbolon. Foto yang diambil Maret 1958 ini menunjukkan mereka sebagai pemimpin Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) berkedudukan di Bukittinggi, melawan rezim Soekarno.

Kolonel Dahlan Djambek (paling kiri), Burhanuddin Harahap, pemimpin Dewan Revolusi Ahmad Husein, Mr Sjafruddin Prawiranegara, dan Maludin Simbolon. Foto yang diambil Maret 1958 ini menunjukkan mereka sebagai pemimpin Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) berkedudukan di Bukittinggi, melawan rezim Soekarno.

wasalam

Armen Zulkarnain
Aktivis LPM Marapalam – Padang


Karambia >> Filosofi hidup di Minangkabau


Assalammualaikum wr wb

Siapa yang tak mengenal tanaman ini, kelapa (karambia) amatlah akrab dimasyarakat minangkabau. Mulai dari tunas muda & daun yang sering digunakan untuk pembungkus ketupat, hingga minyak yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Apabila dijabarkan satu persatu amatlah banyak kegunaan dari tanaman ini.

Morning in Tiku by Rudi Gusteno - West Sumatra - A Journey to Paradise_files

Morning in Tiku by Rudi Gusteno - West Sumatra - A Journey to Paradise_files

Namun tulisan ini bukanlah mencoba menjabarkan manfaat dari tanaman kelapa, namun lebih kepada proses tumbuh dan siapa yang memetik hasil dari tanaman berusia puluhan tahun ini. Di banyak nagari-nagari di ranah minang, akan banyak kita jumpai tanaman ini yang salah satu produk turunannya merupakan bahan dasar kuliner tradisi minangkabau.

Tanaman ini umumnya ditanam oleh pendahulu-pendahulu kita, seperti halnya beberapa puluh batang karambia yang ada di parak kampung halaman saya, seluruhnya adalah hasil tanaman angku (orang tua ibu) saya. Dari jerih payah angku ini pula, maktuo, ibu, mamak, uni, saya, adik, bahkan anak & kemanakan saya sudah merasakan jerih payah angku.

Sudut Telaga Nyiur by Rudi Gusteno - West Sumatra - A Journey to Paradise_files

Sudut Telaga Nyiur by Rudi Gusteno - West Sumatra - A Journey to Paradise_files

Boleh dikatakan, hampir seluruh batang karambia yang ada di ranah minang ini adalah tanaman dari generasi masa lalu untuk anak cucunya. Bayangkan, berapa jumlah batang karambia yang ada saat ini di ranah minang, dikalikan jumlah pesan moril & semangat untuk tetap mewariskan hal-hal yang bermanfaat buat anak cucu kita.

Dalam hati saya senantiasa bersyukur, terlahir di ranah yang memiliki semangat mewarisi hal-hal yang baik & luhur untuk anak cucunya. Seakan-akan, setiap kali saya pulang ke kampung halaman, angku saya selalu berpesannya melalui tanaman karambia yang ada di parak kami, “warihkanlah nan elok-elok untuak anak cucu kito, ijan sampai talupokan”.

Toke Karambie by Denny Hendrawan Piliang - West Sumatra - A Journey to Paradise_files

Toke Karambie by Denny Hendrawan Piliang - West Sumatra - A Journey to Paradise_files

Sudahkah kita memberikan manfaat bagi generasi penerus kita? Ayo bangun nagari, ranah tempat pendahulu-pendahulu yang selalu memberikan hal yang terbaik untuk generasi penerusnya. Rasulullah SAW juga berpesan “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yg paling banyak memberi manfaat bagi orang lain” (H.R. Bukhari).

Semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin.

wasalam

Mambasuik Dari Bumi, Manitiak Dari Langik


Ada banyak kesan yang dirasakan apabila kita menjelajahi 11 kabupaten di ranah minang. Mulai dari tampilan pemandangan yang menakjubkan, yang selalu tersimpan rapi dalam relung hati setiap perantau minangkabau hingga keramahtamahan yang selalu dijumpai dipelosok-pelosok nagari apabila kita benar-benar membuka diri & bersikap bersahabat pada masyarakat yang kita jumpai. Dari 629 nagari, yang tersebar di 135 kecamatan pada 11 kabupaten secara umum masih kental terlihat kesenjangan ekonomi sebagai pemandangan umum yang terdapat di nagari-nagari di Sumatera Barat.

Sulit dipercaya, sebagian besar tokoh-tokoh masyarakat yang menjabat wali nagari ini umumnya adalah seorang perantau & memiliki taraf pendidikan yang cukup baik, seperti tamatan perguruan tinggi. Percaya atau tidak, ada beberapa Wali nagari yang sudah mencapai jenjang pendidikan S2, malah ada mantan seorang pejabat tinggi negara yang pernah menjabat Walikota di sebuah kota pada provinsi Sumatera Barat. Tidak sedikit pula yang berasal dari kalangan organisasi, praktisi, kalangan profesional ataupun pengusaha.

Sedemikian pentingkah arti nagari di Sumatera Barat? Bukankah nagari sama dengan desa yang merupakan struktur terendah pada sistem pemerintahan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini? Jawabannya tergantung pada sisi mana kita melihat hal itu.  Wali Nagari dalam pengertiannya mungkin hampir sama dengan kepala desa, namun esensinya sangat berbeda, sebab hanya bagian masyarakat yang memiliki sakopusako yang benar-benar memiliki kedaulatan di ranah minang.

Sedikit mundur ke belakang, setiap orang minang selalu memiliki sako dan pusako. Sako merupakan warisan yang tidak berwujud kebendaan (immaterial) tetapi sangat berperan dalam membentuk moralitas masyarakat minangkabau dan kelestarian adat budaya minangkabau. Yang termasuk sako adalah gelar penghulu (gelar kebesaran kaum), garis keturunan (suku) diwariskan secara turun temurun melalui garis ibu (matrilineal), pepatah-petitih dan hukum adat, tata krama dan adab sopan santun yang berlaku di masyarakat minangkabau.

Pusako adalah warisan yang berwujud kebendaan (material) diwariskan dari nenek moyang secara turun temurun melalui garis ibu (matrilineal) untuk digunakan sebaik-baiknya dalam  memenuhi kebutuhan setiap masyarakat di nagari yang berbentuk tanah, air, udara. Secara umum pusako dimiliki bersama-sama oleh kaum, suku & nagari diranah minang yang kelola & diawasi oleh ninik mamak penghulu kaum/suku bersama-sama pemeritahan nagari.

Dari pengertian ini dapatlah kita membuat suatu kesimpulan dimana masyarakat minangkabau sejatinya hidup bersama dalam suatu komunal, yang terbagi dari kaum, suku & nagari. Sistem komunal inilah yang bersama-sama menguasai pusako di ranah minang, sehingga bisa dilihat begitu sentralnya peran seorang Wali Nagari dalam tatanan adat dan budaya di minangkabau.

Bagaimana kalau kita tinjau dari sistem pemerintahan yang berlaku di provinsi Sumatera Barat? Disinilah terjadi beberapa hal yang memang tidak sinkron dengan adat & budaya di Minangkabau. Sebagaimana yang kita pahami, tatanan masyarakat minangkabau dalam memilih figur kepemimpinan menggunakan asas yang disebut “mambasuik dari bumi”, pilihan bersama seluruh masyarakat komunal yang disebut kaum, suku & nagari. Seorang Wali Nagari & Penghulu kaum/suku selalu dipilih secara bersama-sama didalam satuan masyarakatnya. Dimana terdapat perbedaan dengan Gubernur, Bupati atau Walikota, yang dipilih bersama-sama namun diusulkan dari lembaga partai politik yang sebenarnya tidak dikenal & dipahami dalam tatanan masyarakat minangkabau.

Menjadi pertanyaan menarik, apakah fungsionaris partai politik yang ada di Sumatera Barat memahami dengan benar adat & budaya di minangkabau? Saya kira perlu dilakukan sebuah kajian mendalam untuk itu.

Dalam strukur pemerintahan di provinsi Sumatera Barat, Wali Nagari berada dibawah otoritas seorang Camat yang membawahi sebuah nagari atau beberapa nagari. Mengapa saya sebutkan sebuah nagari, sebab masih ada saat ini  kecamatan yang terdiri dari 1 nagari, yaitu :

Kabupaten  Pasaman

  1. Nagari Panti kec. Panti

Kabupaten Pasaman Barat

  1. Nagari Sungai  Aua kec. Sungai Aua
  2. Nagari Sasak kec. Sasak Ranah Pasisie
  3. Nagari Parik kec. Koto Balingka
  4. Nagari Aia Bangih kec. Sungai Beremas
  5. Nagari Ujung Gading kec. Lembah Malintang

Kabupaten Padang Pariaman

  1. Nagari III Koto Aur  Malintang kec. IV Koto Aur Malintang
  2. Nagari Lubuk Alung  kec. Lubuk Alung

Seorang camat dipilih berdasarkan diangkat oleh bupati atau walikota atas usul sekretaris daerah kabupaten atau kota terhadap Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat untuk itu. Dan bupati ataupun walikota  dipilih dalam satu paket pasangan  melalui Pilkada. Bupati/wali kota merupakan jabatan politis, dan bukan Pegawai Negeri Sipil. Pengajuan calon bupati ataupun walikota berasal dari partai politik yang berbeda dengan sistem pemilihan Wali nagari ataupu Penghulu yang berasal dari masyarakat yang basako dan bapusako.

Apabila kita mencermati azas manitiak dari langik yang dahulunya dipegang oleh otoritas Rajo Nan Tigo Selo bersama Basa Ampek Balai, Sapihan Balahan, Kuduang Karatan, yang merupakan struktur pemerintahan yang berlaku pada Kerajaan Minangkabau, sejatinya Kerajaan ini sudah lama tidak memiliki kedaulatan sejak berkuasa pemerintahan Kolonial Belanda dimana pewaris kerajaan ini yaitu Sultan Tangkal Alam Bagagar bersama 19 orang pemuka adat lainnya ikut menandatangani perjanjian penyerahan kedaulatan kepada kolonila  Belanda tanggal 10 Februari 1821 dalam upaya melawan perjuangan kaum Ulama (Padri) di minangkabau.

Saya kira ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus kita pikirkan ke depan bersama-sama sebagai anak kemanakan yang memiliki sakopusako dimanapun berada. Adalah hal yang mesti dilakukan untuk mengupayakan komunikasi 629 pemerintahan nagari & seluruh Kerapatan Adat Nagari  di Sumatera Barat, bersama-sama pemerintahan daerah Sumatera Barat di 11 Kabupaten & 7 Kota untuk merumuskan secara bersama-sama konsep terbaik otonomi daerah yang bisa diterapkan dimasa mendatang di ranah minangkabau.

Sakali aie gadangsakali tapian barubah & Sumatera Barat terlihat sedang meraba-raba tepian baru di era otonomi.

oleh : Armen Zulkarnain

Penulis sempat berkunjung dengan ratusan Wali Nagari & Penghulu ketika melakukan 2 kali perjalanan menjelajahi Sumatera Barat,  pertama kali selama 6 hari, 19 -24 Juli 2010 & yang kedua selama 13 hari, 23 November 2010 – 5 Desember 2010.

Daftar Nagari Di Sumatera Barat


DAFTAR  NAGARI  KABUPATEN TANALihat tulisanH DATAR

NO KECAMATAN NO NAGARI
I X Koto 1. Singgalang
2. Paninjauan
3. Pandai Sikek
4. Panyalaian
5. Aie Angek
6. Tambangan
7. Jaho
8. Koto Baru
9. Koto Laweh
II Batipuh 10. Gunung Rajo
11. Andaleh
12. Sabu
13. Batipuh Ateh
14. Batipuh Baruah
15. Pitalah
16. Tanjung Barulak
17. Bungo Tanjung
III Batipuh Selatan 18. Sumpur
19. Guguak Malalo
20. Batu Taba
21. Padang Laweh Malalo
IV Pariangan 22. Sawah Tangah
23. Sungai Jambu
24. Simabur
25. Pariangan
26. Tabek
27. Batu Basa
V Rambatan 28. Padang Magek
29. Simawang
30. Rambatan
31. III Koto
32. Balimbing
VI Lima Kaum 33. Limo Kaum
34. Cubadak
35. Baringin
36. Parambahan
37. Labuh
VII Tanjung Emas 38. Pagaruyung
39. Suruaso
40. Tanjung Barulak
41. Koto Tangah
VIII Padang Ganting 42. Atar
43. Padang ganting
IX Lintau Buo 44. Taluak
45. Buo
46. Pangian
47. Tigo Jangko
X Lintau Buo Utara 48. Batu Bulek
49. Balai Tangah
50. Tanjuang Bonai
51. Lubuak Jantan
52. Tepi Selo
XI Sungayang 53. Minangkabau
54. Sungai Patai
55. Sungayang
56. Tanjung
57. Andaleh Baruh Bukik
XII Sungai Tarab 58. Sungai Tarab
59. Gurun
60. Koto Tuo
61. Pasie Laweh
62. Rao – Rao
63. Kumango
64. Koto Baru
65. Padang Laweh
66. Simpuruik
67. Talang Tangah
XIII Salimpaung 68. Situmbuk
69. Lawang Mandahiling
70. Supayang
71. Salimpaung
72. Sumanik
73. Tabek Patah
XIV Tanjung Baru 74. Barulak
75. Tanjung Alam

DAFTAR  NAGARI  KABUPATEN AGAM

NO

KECAMATAN NO NAGARI

I

BASO 1. Simarasok
2. Padang Tarok
3. Koto Tinggi
4. Tabek Panjang
5. Bungo Koto Tuo
6. Salo

II

IV ANGKEK CANDUNG 7. Batu Taba
8. Biaro Gadang
9. Balai Gurah
10. Lambah
11. Panampuang
12. Ampang Gadang
13. Pasia

III

SUNGAI PUA 14. Padang Laweh
15. Sungai Pua
16. Batagak
17. Batu Palano
18. Sariak

IV

BANUHAMPU 19. Padang Lua
20. Sungai Tanang
21. Taluak Ampek Suku
22. Pakan Sinayan
23. Kubang Putiah
24. Ladang Laweh
25. Cingkariang
V IV KOTO 26. Koto Tuo
27. Balingka
28. Guguak Tabek Sarojo
29. Koto Panjang



30. Sianok Anam Suku
31. Sungai Landia
32. Koto Gadang
VI MALALAK 33. Malalak Utara
34. Malalak Selatan
35. Malalak Barat
36. Malalak Timur
VII CANDUANG 37. Canduang Koto Laweh



38. Lasi
39. Bukik Batabuah
VIII KAMANG MAGEK 40. Kamang Mudiak



41. Magek
42. Kamang Hilia
IX TILATANG KAMANG 43. Koto Tangah



44. Kapau

45. Gadut
X PALUPUAH 46. Nan Tujuah



47. Pagadih
48. Koto Rantang
49. Pasia Laweh
XI TANJUNG RAYA 50. Maninjau



51. Tanjung Sani
52. Koto Kaciak
53. Koto Gadang VI Koto
54. Koto Malintang
55. Duo Koto
56. Paninjauan
57. Sungai Batang
58. Bayua
XII MATUR 59. Lawang



60. Matua Mudik
61. Matua Hilia
62. Panta Pauh
63 Tigo Balai
64. Parit Panjang
XIII PALEMBAYAN 65 Ampek Koto Palembayan



66. Sipinang
67. Sungai Puar
68 Baringin
69. Tigo Koto Silungkang
70. Salareh Aia
XIV LUBUK BASUNG 71. Garagahan



72. Kampung Tangah
73. Lubuk Basung
74. Manggopoh
75. Kampung Pinang
XV AMPEK NAGARI 76. Batu Kambing



77. Bawan
78. Sitanang
79. Sitalang
XVI TANJUNG MUTIARA 80. Tiku Utara



81. Tiku Selatan
82 Tiku Limo Jorong

DAFTAR  NAGARI  KABUPATEN 50 KOTA

NO KECAMATAN NO NAGARI
I SITUJUH LIMO NAGARI 1. Situjuh Gadang
2. Situjuah Bd.Dlm
3. Situjuh Ld.Laweh
4. Situjuh Batu
5. Tungka
II LUAK 6. Mungo
7. Andaleh
8. Sei.Kumayang
9. Siabu-Kabu Tjg Aro
III HARAU 10. Taratang
11. Sarilamak
12. Solok Bio-Bio
13. Harau
14. Gurun
15. Lbk Batingkok
16. Koto Tuo
17. Batu Balang
18. Bukik Limbuku
19. Taram
20. Pilubang
IV PAYAKUMBUH 21. Taeh Bukik
22. Taeh Baruah
23. Kt. Tgh Simalanggang
24. Kt Baru Simalanggang
25. Simalanggang
26. Piobang
27. Sei. Baringin
V LAREH SAGO HALABAN 28. Ampalu
29. Halaban
30. Sitanang
31. Tanjuang Gdg
32. Labuah Gunung
33. Balai Panjang
34. Bukik Sikumpa
35. Batu Payuang
VI AKABILURU 36. Kt.Tangah Bt.Batahan
37. Batu Hampa
38. Sariak Laweh
39. Sei. Balantak
40. Suayan
41. Pauah Sangik
42. Durian Gadang
VII GUGUAK 43. Sungai Talang
44. Guguak Viii Koto
45. Kubang
46. Simpang Sugiran
47. Vii Koto Talago
VIII MUNGKA 48. Mungka
49. Jopang Mangganti
50. Talang Maur
51. Simpang Kapuak
52. Sungai Antuan
IX SULIKI 53. Suliki
54. Kurai
55. Sei Rimbang
56. Limbanang
57. Tanjuang Bungo
58. Andiang
X GUNUANG OMEH 59. Koto Tinggi
60. Talang Anau
61. Pandam Gadang
XI BUKIK BARISAN 62. Baruah Gunuanh
63. Sei. Naniang
64. Koto Tangah
65. Banja Loweh
66. Maek
XII PANGKALAN KT BARU 67. Koto Alam
68. Mangilang
69. Pangkalan
70. Gunuang Malintang
71. Tanjuang Balik
72. Tanjuang Pauh
XIII KAPUR IX 73. Koto Lamo
74. Lubuak Alai
75. Muaro Paiti
76. Koto Bangun
77. Durian Tinggi
78. Sialang
79. Galugua

DAFTAR  NAGARI  KABUPATEN SOLOK

NO

KECAMATAN NO

NAGARI

I

Pantai Cermin 1. Lolo
2. Surian

II

Lembah Gumanti 3. Alahan Panjang
4. Sungai Nanam
5. Salimpat
6. Aia Dingin

III

Hiliran Gumanti 7. Talang Babungo
8. Sarik Alahan Tigo
9. Sungai Abu

IV

Payung Sekaki 10. Sirukam
11. Supayang
12. Aia Luo

V

Tigo Lurah 13. Rangkiang Luluih
14. Tanjung Balik Sumiso
15. Batu Bajanjang
16. Garabak
17. Simanau

VI

Lembang Jaya 18. Batu Banyak
19. Bukik Sileh
20. Salayo Tanang
21. Koto Laweh
22. Limau Lunggo
23. Koto Anau

VII

Danau Kembar 24. Simpang Tanjung Nan IV
25. Kampung Batu Dalam

VIII

Gunung Talang 26. Cupak
27. Koto Gaek
28. Talang
29. Guguak
30. Jawi-jawi
31. Sungai Janiah
32. Batang Barus
33. Aia Batumbuak

IX

Bukit Sundi 34. Parambahan
35. Muaro Paneh
36. Dilam
37. Bukik Tandang
38. Kinari

X

IX Koto Sungai Lasi 39. Sungai Durian
40. Bukik Bais
41. Taruang-taruang
42. Pianggu
43. Sungai Jambur
44. Guguak Sarai
45. Koto Laweh
46. Indudur
47. Siaro-aro

XI

Kubung 48. Koto Baru
49. Salayo
50. Koto Hilalang
51. Gantuang Ciri
52. Tanjung Bingkung
53. Gaung
54. Panyakalan
55. Saok Laweh

XII

X Koto Singkarak 56. Saniang Baka
57. Sumani
58. Koto Sani
59. Singkarak
60. Tikalak
61. Aripan
62. Tanjung Alai
63. Kacang

XIII

X Koto Diatas 64. Sulit Aia
65. Tanjuang Baliak
66. Paninjauan
67. Pasilihan
68. Bukit Tanduang
69. Siberambang Ateh
70. Kuncia
71. Katialo
72. Lubang Panjang

XIV

Junjuang Siriah 73. Paninggahan
74. Muaro Pingai

DAFTAR  NAGARI  KAB. SOLOK  SELATAN

NO KECAMATAN NO NAGARI
I KOTO PARIK GDG DIATEH 1. Pakan Rabaa
2. Pakan Rabaa Utr
3. Pakan Rabaa Tgh
4. Pakan Rabaa Tmr
II SUNGAI PAGU 5. Pasir Talang
6. Sako Pasia  Talang
7. Koto Baru
8. Pulakek
9. Pasar Muara Labuah
10. Bomas
11. Sako Utr Pasia Tlg
12. Sako Slt Pasia Tlg
III PAUH DUO 13. Alam Pauh Duo
14. Pauh Duo  Nan Batigo
15. Luak Kapau  Alam Pauh Duo
16. Kapau Alam  Pauh Duo
IV SANGIR 17. Lubuk Gadang
18. Lubuk Gadang Sltn
19. Lubuk Gadang  Tmr
V SANGIR BALAI TIGO 20. Sungai Kunyit
21. Sungai Kunyit Barat
22. Talao Sungai Kunyit
23. Talunan Maju
VI SANGIR JUJUAN 24. Lubuk Malako
25. Padang Air Dingin
26 Bidar Alam
27. Padang Limau Sundai
28. Padang Ganting
VII SEI BATANG HARI 29. Ranah Pantai Cermin (Rpc)
30. Lbk Ulang Aling
31. Lubuk Ulang Aling Sltn
32. Lbk Ulang Aling Tgh
33. Dusun Tangah
34. Sitapus
35. Abai

DAFTAR  NAGARI  KABUPATEN PASAMAN

NO

KECAMATAN

NO

NAGARI

I

Tigo Nagari 1. Malampah
2. Ladang Panjang
3. Binjai

II

Simpang Alahan Mati 4. Simpang
5. Alahan Mati

III

Bonjol 6. Koto Kaciak
7. Limo Koto
8. Ganggo Hilia
9. Ganggo Mudiak

IV

Lubuk Sikaping 10. Tanjuang Beringin
11. Jambak
12. Durian Tinggi
13. Pauah
14. Aia Manggih
15. Sundata

V

Panti 16. Panti

VI

Padang Gelugur 17. Padang Gelugur

VII

Rao Selatan 18. Tanjung Betung
19. Lansek Kadok
20. Lubuak Layang

VIII

Rao 21. Taruang-Taruang
22. Padang Mantingg

IX

Rao Utara 23. Koto Rajo
24. Koto Nopan
25. Languang
26. Lubuak Gadang

X

Mapat Tunggul 27. Pintu Padang
28. Muaro Tais

XI

Mapat Tunggul Selatan 29. Silayang
30. Muaro Sei Lolo

XII

Duo Koto 31. Cubadak
32. Simpang Tonang

DAFTAR  NAGARI  KAB PASAMAN BARAT

NO

KECAMATAN

NO

NAGARI

I

SUNGAI BEREMAS 1. Aia Bangih

II

LEMBAH MELINTANG 2. Ujung Gading

III

PASAMAN 3. Lingkuang Aua
4. Aia Gadang
5. Aua Kuniang

IV

TALAMAU 6. Kajai
7. Talu
8. Sinuruik

V

KINALI 9. Kinali
10. Katiagan Mandiangin

VI

GUNUNG TULEH 11. Muaro Kiawai
12. Rabi Jonggor

VII

RANAH BATAHAN 13. Batahan
14. Desa Baru

VIII

SASAK RANAH PASISIE 15. Sasak

IX

SUNGAI AUR 16. Sungai Aur

X

RANAH BALINGKA 17. Parik

XI

LUHAK NAN DUO 18. Koto Baru
19. Kapar

DAFTAR  NAGARI  KAB PADANG PARIAMAN

NO KECAMATAN NO NAGARI
I Sungai Geringging 1. Malai III Koto
2. Kuranji Hulu
II IV Koto Aur Malintang 3. III Koto Amal
III Sungai Limau 4. Kuranji Hilir
5. Pilubang
VI V Koto Kampung Dalam 6. Campago
7. Sikucur
V V Koto Timur 8. Gunung Padang  Alai
9. Kudu Gantiang
10. Limau Puruik
VI Batang Gasan 11. Malai V Suku
12. Gasan Gadang
VII VII Koto 13. Lurah Ampalu
14. Lareh Nan Panjang
15. Balah Air
16. Sungai Sariak
VIII Padang Sago 17. Koto Baru
18. Batu Kalang
19. Koto Dalam
IX Patamuan 20. Sungai Durian
21. Tandikek
X 2 x 11 Enam Lingkung 22. Sicincin
23. Lubuk Pandan
24. Sungai Asam
XI 2 x 11 Kayu Tanam 25. Kapalo Hilalang
26. Kayu Tanam
27. Anduriang
28. Guguk
XII VI Lingkung 29. Pakandangan
30. Toboh Ketek
31. Parit Malintang
32. Koto Tinggi
33. Gadut
XIII Lubuk Alung 34. Lubuk Alung
XIV Batang Anai 35. Katapiang
36. Kasang
37. Sungai Buluh
XV Nan Sabaris 38. Kapalo Koto
39. Padang Bintungan
40. Pauh Kamba
41. Kurai Taji
42. Sunur
XVI Ulakan Tapakis 43. Ulakan
44. Tapakis
XVII Sintuk Toboh Gadang 45. Sintuk
46. Toboh Gadang

DAFTAR  NAGARI  KAB PESISIR SELATAN

NO

KECAMATAN

NO

NAGARI

I

Koto XI Tarusan 1. Siguntur
2. Taratak Sei. Lundang
3. Baruang2 Balantai
4. Baruang2 Balantai Selatan
5. Duku
6. Batu Hampar
7. Nanggalo
8. Ampang Pulai
9. Sungai Pinang
10. Kapuah
11. Kapuah Utara
12. Mandeh

II

Bayang 13. Pasar Baru
14. Koto Barapak
15. Gurun Panjang
16. Talaok

III

IV Nagari Bayang Utr 17. Pulik-puluik
18. Koto Ranah
19. Muaro Aie
20. Pancuang Taba

IV

IV Jurai 21. Painan
22. Bunga Pasang Salido
23. Salido
24. Sago Salido
25. Tambang
26. Lumpo

V

Batang Kapas 27. Taluak
28. Koto Nan Duo IV Koto Hilie
29. Koto Nan Tigo IV Koto Hilie
30. IV Koto Hilie
31. I V Koto Mudiak

VI

Sutera 32. Surantiah
33. Ampiang Parak
34. Amping Parak Timur
35. Taratak

VII

Lengayang 36. Kambang Utara
37. Kambang Timur
38. Kambang
39. Kambang Barat
40. Lakitan Utara
41. Lakitan Selatan
42. Lakitan Timur
43. Lakitan
44. Lakitan Tengah

VIII

Ranah Pesisir 45. Pelangai
46. Sungai Tunu Utara
47. Sungai Tunu
48. Sungai Tunu Barat

IX

Linggo Sari Baganti 49. Punggasan Utara
50. Punggasan Timur
51. Padang XI Punggasan
52. Punggasan
53. Lagan Mudik Punggusan
54. Lagan Hilir Punggasa
55. Air Haji

X

Pancung Soal 56. Muaro Sakai Inderapura
57. Tiga Sepakat Inderapura
58. Inderapura Barat
59. Inderapura
60. Kudo-Kudo Inderapura
61. Inderapura Selatan
62. Inderapura Timur
63. Inderapura Utara

XI

Basa IV Balai Tapan 64. Pasar Tapan
65. Sungai Gambir Sako Tapan
66. Talang Koto Pulai tapan
67. Tapan
68. Kubu Tapan
69. Binjai Tapan
70. Batang Arah Tapan
71. Ampang Tulak Tapan

XII

Lunang Silaut 72. Lunang Utara
73. Lunang
74. Lunang Selatan
75. Lunang Barat
76. Silaut

DAFTAR  NAGARI  KABUPATEN SIJUNJUNG

NO

KECAMATAN

NO

NAGARI

I

KUPITAN 1. Padang Sibusuk
2. Patamuan
3. Batu Manjulur
4. Desa Kamp.Baru

II

KOTO VII 5. Limo Koto
6. Padang Laweh
7. Guguak
8. Tanjung
9. Palaluar

III

SUMPUR KUDUS 10. Kumanis
11. Tj.Bonai Aur
12. Sisawah
13. Silantai
14. Unggan
15. Mangganti
16. Tamparungo
17. Sumpur Kudus

IV

SIJUNJUNG 18. Sijunjung
19. Muaro
20. Pematang Pjg
21. Aia Angek
22. Paru
23. Durian Gadang
24. Solok Ambah
25. Silokek
26. Kandang Baru

V

IV NAGARI 27. Palangki
28. Koto Tuo
29. Koto Baru
30. Muaro Bodi
31. Mundam Sati

VI

LB.TAROK 32. Lubuk Tarok
33. Lalan
34. Buluh Kasok
35. Silongo
36. Latang
37. Kampung Dalam

VII

TJG GADANG 38. Timbulun
39. Pulasan
40. Taratak Baru
41. Tj.Gadang
42. Tj.Lolo
43. Sibakur
44. Langki

VIII

KAMANG BARU 45. Sungai Lansek
46. Muaro Takung
47. Kamang
48. Aie Amo
49. Sungai Betung
50. Padang Tarok
51. Tjg. Kaliang
52. Siaur
53. Maloro
54. Lbk Tarantang
55. Parik Rantang

DAFTAR  NAGARI  KAB DHARMASRAYA

NO

KECAMATAN

NO

Nagari

I

PULAU PUNJUNG 1. Iv Koto Pulaupunjung
2. Sungai Kambul
3. Gunung Selasih
4. Sungai Dareh
5. Tabing Tinggi
6. Sikabu

II

IX KOTO 7. Silago
8. Lubuk Karak
9. Koto Nan Iv Dibawah
10. Balai

III

SITIUNG 11. Siguntur
12. Sitiuang
13. Gunung Medan
14. Sungai Duo

IV

TIMPEH 15. Timpeh
16. Taratak Tinggi
17. Tabek
18. Panyuharangan
19. Ranah Palabi

V

KOTO SALAK 20. Koto Salak
21. Padukuan
22. Pulau Mainan
23. Simalidu
24. Ampalu

VI

TIUMANG 25. Tiumang
26. Koo Baringin
27. Sipangkur
28. Sungai Langkok

VII

PADANG LAWEH 29. Padang Laweh
30. Batu Rijal
31. Sopan Jaya
32. Muaro Sopan

VIII

KOTO BESAR 33. Koto Besar
34. Abai Siar
35. Bonjol
36. Koto Gadang
37. Koto Laweh
38. Koto Tinggi
39. Koto Ranah

IX

ASAM JUJUHAN 40. Sungai Limau
41. Sinamar
42. Lubuk Besar
43. Tanjung Alam
44. Alahan Nan Tigo

X

KOTO BARU 45. Kot Baru
46. Ampang Kuranji
47. Sialang Gaung
48. Koto Padang

XI

SUNGAI RUMBAI 49. Sungai Rumbai
50. Sungai Rumbai Timur
51. Kurnia Koto Salak
52. Kurnia Selatan

Sistem Kanagarian dalam sebuah konsep Otonomi Daerah


oleh : Armen Zulkarnain Caniago

Nagari suatu konsep yang lama terpendam tak terpakai akibat Konstelasi Politik di masa orde baru yang mengharuskan penyeragaman sistem pemerintahan hingga ke level terendah pada suatu masyarakat.

Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, status Nagari dihilangkan, dan jorong-jorong ditingkatkan statusnya menjadi desa. Kedudukan Wali Nagari dihapus dan administrasi pemerintahan dijalankan oleh para Kepala Desa.

Dengan berlakunya Otonomi Daerah pada tahun 2001, istilah selain “Nagari” beserta keistimewaannya kembali digunakan di Sumatera Barat

berikut daftar nagari diseluruh wilayah Sumatera Barat
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_nagari_di_Sumatera_Barat

Budaya politik Minang yang egaliter meyakini keutuhan Indonesia ditentukan oleh kerelaan pemerintah pusat memberikan otonomi seluas-luasnya kepada setiap daerah. Sementara budaya politik Jawa yang sentralistis hierarkis meyakini keutuhan dan kemakmuran Indonesia tergantung pada kuatnya kontrol pusat.

Pada Sistem Kanagarian tidak berlaku sistem “top down” yang mengikuti instruksi dari atas, akan tetapi berawal dari anak nagari setempat yang lebih memahami apa saja permasalahan & hal yang diperlukan dalam memajukan nagarinya. Tentu saja yang paling paham dengan kondisi Nagari Sitanang adalah anak Nagari Sitanang sendiri, begitu juga dengan nagari-nagari yang lain.

Pemberlakuan Sistem pemerintahan Desa sejak 1979 hingga 2004 di ranah minang telah melakukan proses pengebirian selama lebih dari 2 generasi, rakyat lalu terbiasa menjadi penurut dan takluk, lalu mengiyakan apa saja yang datang dari penguasa daerah yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat, walaupun bertentangan dengan hati nurani.

Hal ini menghilangkan sifat kritis & memasung kreativitas yang saat ini tidak sesuai lagi dengan kondisi zaman yang lebih kompleks yang membutuhkan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan partisipasi aktif sebenar kemajuan daerah akan lebih mudah tercapai karena memiliki energi yang tidak terbatas & sumber kreativitas yang tak tebatas pula.

Kemajuan suatu nagari tidak bergantung pada seorang Gubernur, Bupati atau pun Camatnya. Hal ini berpulang kembali kepada masyarakat nagari tersebut yang berada di kampung halaman didukung oleh para perantau yang bisa membagi pengalamannya dan kemampuan finansial & serta manajerial. Sebuah kebijakan yang diambil dalam kanagarian terlebih dahulu dibicarakan oleh seluruh elemen masyarakat nagari dengan musyawarah & mufakat, dengan demikian bisa dihindari kepentingan suatu kelompok atau golongan dengan lebih mengemukakan kepentingan masyarakat banyak.

Pemerintah daerah (Pemda) lebih bersifat sebagai fasilisator dengan memberi kemudahan dalam hal kemajuan nagari seperti :

1. Peningkatan kualitas Infrastruktur fisik dan sosial,
seperti jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan, telekomunikasi, sekolah, rumah sakit & surau.

2. Pelayanan transfer teknologi & manajemen
seperti pelatihan teklogi pertanian, manajemen bisnis, dengan nara sumber kalangan praktisi & profesional yang dibiayai oleh Pemda.

3. Kemudahan & Iklim usaha yang kondusif
seperti memberikan kemudahan birokrasi & kemudahan finasial dalam hal pendanaan usaha.

——————————————————————————————————————

Lintas Sejarah Minangkabau dalam politik IndonesiaA. Masa Orde Lama, Minangkabau yang Memberontak dan Kalah

Setelah tahun 1955, orang Minang melihat otonomi daerah hanya tinggal omongan. Orang Minang melihat Soekarno menjalankan kekuasaan secara draconian (keras dan kejam) baik terhadap institusi sipil maupun militer. Di era ini visi Sumbar (pada masa itu Sumatera Tengah) yang demokratis dan egaliter berhadapan dengan konsep kekuasaan Jawa yang feodal dan sentralistis.

B. Masa Orde Baru, Minangkabau yang patuh pada kekuasaan

Sumatera Barat memang mendapatkan hal yang secara lahiriah menakjubkan, dan beberapa kali mendapat anugerah Adipura. Untuk keberhasilan itu, para mantan gubernur Sumbar & praktisi Sumbar pun naik kelas menjadi menteri dalam kabinet Presiden Soeharto.

Hasil yang digapai Sumbar di masa Orde Baru ternyata harus dibayar mahal dan kontan, dimana

  1. Masyarakat politik Minang kehilangan harta yang paling berharga, yaitu sikap kritisnya terhadap kekuasaan pusat.
  2. Sumbar kehilangan “sistem pemerintahan Kanagarian” yang menjadi ruh politik masyarakat minangkabau . Akibatnya, karakter politik Minang yang menekankan desentralisasi dan egaliter dalam politik Indonesia merdeka lenyap dari pentas politik nasional. Sejak itu Sumbar tidak lagi menjadi “pusat alternatif”, melainkan hanya sekadar menjadi satu daerah di antara daerah lainnya.
Seluruh dinamika politik Sumbar dan hubungannya dengan pemerintah pusat bisa kita katakan sejalan dengan pepatah Minang yang mengatakan,sakali aie gadang, sakali tapian barubah

C. Masa Reformasi hingga saat ini, Minangkabau yang kembali mencari jati diri

Sejak diberlakukannya UU 22 tahun 1999 & UU 25 tahun 1999 tentang otonomi daerah dimana Pemerintahan daerah di tingkat kabupaten & kota memiliki kewenang yang lebih luas untuk mengatur sendiri daerahnya, peluang kembali ke sistem pemerintahan nagari terbuka lebar yang mana disikapi secara cepat oleh masyarakat Sumbar dengan kembali menghidupkan kanagarian-kanagarian yang telah lama tertidur.

Kini Sumbar terlihat sedang meraba-raba tepian baru di era otonomi ini, dimana pemahaman tentang bernagari telah banyak terlupakan oleh masyarakat. Banyak dari mamak, anak kemanakan dan seluruh lapisan masyarakat sumbar yang kurang memahami konsep suatu nagari yang selama lebih 20 tahun tidak pernah diterapkan. Dengan demikian paling tidak ada 2 generasi yang vakum sama sekali dengan apa yang dimaksud dengan Nagari.

————————————————————————
Sebagai Anak Nagari, apa yang harus kita lakukan?

Sejalan dengan hal ini, adat minangkabau yang berlandaskan kepada ajaran agama islam dengan “adat basandi syarak, syarat basandi Kitabullah” diberikan peluang sebesar-besarnya untuk kembali diterapkan dalam kehidupan masyarakat minangkabau.Oleh karena itu hendaknya apabila dunsanak yang berada di rantau alangkah baiknya menyisihkan beberapa hari apabila pulang ke kampung halaman untuk bermusyawarah dengan dunsanak di kampung halaman untuk mendiskusikan hal – hal yang dapat memajukan nagari.

Beberapa hal yang perlu segera kita dilakukan bersama-sama,

  1. Memahami kembali budaya minangkabau yang selama ini kurang dipahami oleh masyarakat minangkabau.
  2. Budaya selalu bersifat dinamis berbanding lurus dengan kedinamisan masyarakat yang menjadi elemen utama dari kebudayaan tersebut. Oleh karena budaya masyarakat minang tidaklah seragam sesuai dengan kondisi masyarakat & karakteristik daerah yang berbeda, sebagai contoh budaya di pesisir tentu ada perbedaan dengan budaya di dataran tinggi.

    Oleh karena itu sudah sepatutnya kita mulai kembali membaca, berdiskusi, membahas budaya adat istiadat minangkabau yang berlaku di kanagarian masing-masing bersama sanak famili kita.

  3. Melakukan diskusi-diskusi dengan sesama anak nagari terhadap kemajuan nagari, baik diperantauan ataupun dikampung halaman.
  4. Bagi dunsanak yang merantau hendaknya menyisihkan beberapa hari apabila pulang ke kampung halaman dengan memperhatikan kondisi kampung halaman, apa saja hal-hal yang perlu dilakukan untuk kemajuan nagari.

    Hal ini bisa dilakukan dengan cara bertahap, dimulai dari level terkecil pada paruik/kaum masing-masing, kemudian ke tingkat jorong dan terakahir ke tingkat nagari.

  5. Sudah saatnya perantau melakukan planning bila masanya harus kembali ke kampung halaman dan menetap dikampung.
  6. Karantau madang di ulu, babungo alah babuah balun
    Karantau bujang dahulu, karano di kampuang baguno alun

    Sebagai seorang laki-laki di minangkabau, memiliki peran sebagai ayah & mamak, tugas kita sebagai orang tua adalah menafkahi anak lahir & batin hingga mereka bisa berjalan sendiri. Selanjutnya apabila anak-anak telah dewasa, peran sebagai mamak harus pula kita laksanakan, dengan menjaga anak & kemanakan, memelihara pusako nenek moyang, memberikan transfer ilmu & pengalaman yang kita peroleh selama diperantauan.

    Dunsanak sakalian, karena merantau pada dasarnya dilakukan untuk memajukan kampung halaman.

    Satinggi-tinggi bangau tabang, namun pulang juo kakubangan
    Sajauah mano urang marantau takana juo kampung halaman

  7. Mambangkik Batang nan Tarandam.
  8. Penghulu dalam sistem pemerintahan kanagarian memiliki akses penting dalam mewakili kepentingan kaum yang dikepalainya. Hal ini sangatlah urgent, dimana kaum yang belum mengangkat datuk penghulu di kaumnya tidak memiliki hak suara dalam suatu perundingan musyawarah & mufakat dalam kanagarian.

    Hendaknya pula seorang penghulu adalah manusia yang memiliki kualitas terbaik secara lahir & bathin di kaumnya dan sebaik-baiknya seorang penghulu adalah yang tinggal di kampung halaman atau paling tidak masih berdomisili di sumatera barat. Hal ini sangat diperlukan karena Penghulu akan sering melakukan musyawarah & mufakat dengan anak kemanakan & seluruh elemen masyarakat di limbago kanagarian. Akan terjadi ketidakefesienan apabila seorang penghulu bermukim diluar sumbar sehingga menyulitkan komunikasi dengan limbago kanagarian & anak kemanakan.

    Pada saat ini ada beberapa pejabat & pengusaha di level nasional yang diangkat menjadi penghulu dikaumnya, memang merupakan hal yang sangat membanggakan bagi kita semua. Namun untuk memajukan nagari hal-hal yang bersifat kebanggaan tidak berbanding lurus dengan kemajuan nagari, kalau boleh meminjam pituah asing,

    the right man, on the right place & on the right time
    orang yang tepat ditempat yang tepat & saat yang tepat

  9. Memahami benar sifat Egaliter yang dijunjung dalam adat & budaya minangkabau.
  10. Egalter adalah persamaan hak & sederajat dalam suatu masyarakat, tanpa memandang individu dengan suatu perbedaan dan tingkat sosial. Tidak memandang manusia karena hartanya, karena kekuasaan, karena kepintarannya. Apabila hal ini bisa diterapkan secara sungguh, akan tercipta masyarakat yang saling menghargai, menjunjung tinggi hak azazi setiap individu dengan demikian membawa rahmatan lil alamin kedalam hidup bermasyarakat. Dengan memengang tegus azas persamaan hal ini, akan bisa menyelesaikan seluruh permasalahan dengan cara musyawarah & mufakat.

    Kamanakan barajo ka Mamak
    Mamak barajo ka Pangulu
    Pangulu barajo ka Alua jo Patuik
    Alua jo Patuik barajo ka Nan Bana
    Nan Bana tagak sandirinyo

————————————————————————————————————-

Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. QS 13:11

————————————————————————————————————-

Sebagai contoh konkret, saat ini di Kanagarian Kubang – Guguak – Lima Puluh Koto, setiap hari kamis sejak Maghrib hingga tengah malam penduduk nagari diwajibkan mematikan TV dengan harapan disetiap keluarga mengadakan majelis pengajian al Quran disetiap rumah masing-masing. Pelanggaran terhadap kebijakan tersebut diberikan sanksi oleh Kerapatan Adat Nagari Kubang.

Kami berharap adanya peran aktif dunsanak sekalian terhadap kemajuan nagari masing-masing. Karena kemajuan sebuah nagari tidak bergantung kepada seorang Gubernur, Bupati, Camat atau seorang Wali Nagari. Kemajuan sebuah nagari tergantung pada peran aktif seluruh lapisan anak nagari yang peduli dengan kampung halamannya.

Semoga bermanfaat bagi dunsanak sekalian, sehingga kita bisa membangun kembali kampung halaman, amin ya Rabbal alamin.

penulis adalah Admin Pituah Adat Minangkabau di situs jejaring sosial facebook
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 65 pengikut lainnya.